CAMAT TENGARAN

Login Form

Home

592 MAHASISWA UNNES IKUTI KKN POSDAYA

Sebanyak 592 orang mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) mengikuti kuliah kerja nyata (KKN) tematik pos pemberdayaan keluarga (Posdaya) di lima kecamatan di Kabupaten Semarang. Mereka yang berlatar belakang berbagai disiplin ilmu dari delapan fakultas akan berbaur dengan warga selama 45 hari. “KKN kali ini memprioritaskan pos pemberdayaan keluarga dibidang pendidikan, ekonomi, kesehatan dan lingkungan. Sehingga para mahasiswa harus bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk mengamalkan ilmunya,” terang Kepala LP2M Unnes Prof Dr Toto Sumaryono MPd saat acara penerimaan mahasiswa KKN oleh Bupati H Mundjirin di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang di Ungaran, Senin (5/9) pagi.


Saat sambutan, Bupati H Mundjirin mengajak para mahasiswa untuk aktif berperan memberdayakan para keluarga di pedesaan. Saat ini, kata Bupati, pemerintah desa memiliki dana ratusan juta rupiah yang telah dikucurkan oleh pemerintah pusat. Karenanya, saat ini adalah era desa membangun berbagai kebutuhannya sendiri. “Sekarang Pemerintah Desa memiliki dana pembangunan ratusan juta rupiah. Para mahasiswa dapat menjadi semacam konsultan atau pendamping ahli untuk merumuskan program kerja dan kegiatan yang bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan warga,” tegas Bupati.
Menurutnya, setiap desa pasti memiliki potensi atau sumber daya yang khas. Hanya saja seringkali para perangkat desa belum memiliki kemampuan untuk mendeteksi potensi unggulan desanya. Para mahasiswa KKN, tambah Mundjirin, dapat membantu menemukan potensi itu dan sekaligus membantu mengembangkannya. “Potensi kuliner ataupun wisata dapat dikembangkan untuk mendukung upaya pengentasan kemiskinan. Perlu diingat, jumlah penduduk yang kurang mampu masih banyak sekitar 80 ribu jiwa,” papar Bupati lagi.
Saran dan masukan dari para mahasiswa KKN yang memiliki bekal ilmu pengetahuan dan ketrampilan sangat diperlukan. Sebab, lanjutnya, tanpa ada masukan itu program kerja di desa bisa salah sasaran. Termasuk ketidaksangkilan pemanfaatan dana desa yang tentu saja tidak membawa manfaat bagi kesejahteran warga.
Ditambahkan oleh Toto Sumaryanto, para mahasiswa KKN tahap I tahun 2016 ini akan berkiprah langsung di desa sampai dengan 19 Oktober mendatang. Mereka akan disebar di Kecamatan Bancak sebanyak 81 mahasiswa, Tuntang (144 mahasiswa), Bandungan (72), Sumowono (142) dan Kecamatan Pabelan sebanyak 153 mahasiswa. “Agar penerapan ilmu para mahasiswa dapat terarah dan berhasil, ada 22 dosen pendamping lapangan yang akan bertugas mengawasi dan mengevaluasi. Selain itu setiap kecamatan ada satu dosen koordinator dan satu dosen lagi yang akan menjadi koordinator di tingkat kabupaten,” terang Toto.(*/junaedi)

Sumber; https://www.facebook.com/junaedi.humas

SEKCAM TENGARAN

PEMKAB. SEMARANG

WEBSITE DESA