HUMAS-UNGARAN : Bupati Semarang H Mundjirin mengingatkan para pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Semarang untuk aktif melaporkan SPT Pajak orang pribadi. Hal itu sebagai salah satu bentuk dukungan bagi penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan nasional. “Saat ini pelaporan SPT tahunan pajak orang pribadi lebih mudah dengan sistem online e-filling. Jadi tidak ada alasan untuk menganggap rumit pelaporannya,” kata Bupati saat acara pekan panutan pengisian SPT Pajak orang pribadi secara e-filling di ruang utama Rumah Dinas Bupati Semarang di Ungaran, Jum’at (18/3) pagi.
Pada acara itu dilakukan pengisian SPT Tahunan orang pribadi dengan e-filling oleh Bupati H Mundjirin dan Wakil Bupati Ngesti Nugraha. Ikut menyaksikan Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Salatiga Muhammad Imroni, Kepala DPPKAD Kabupaten Semarang Abdullah Masykur dan Kepala Bappeda Yusuf Ismail.
Diakui oleh Bupati, sejak dulu sudah ada anggapan bahwa berurusan dengan pajak selalu identik dengan kerumitan. Namun Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan terus berupaya melakukan terobosan dan perbaikan sistem untuk mempermudah wajib pajak melakukan kewajibannya. “E-filling menjadi upaya untuk mempermudah wajib pajak orang pribadi mengisi dan melaporkan SPT tahunan,” tambahnya lagi.


Sementara itu Kepala KPP Pratama Salatiga Muhammad Imroni menjelaskan sistem e-filling dibuat untuk memberikan kemudahan, keamanan dan kenyamanan pa
ra wajib pajak dalam mengisi dan melaporkan SPT Tahunan pajak orang pribadi. Para wajib pajak tidak perlu repot datang ke kantor pajak cukup mengisi formulir secara online. “Berdasarkan Surat Edaran Menpan RB Nomor 08/2015 tanggal 31 Desember 2015 seluruh wajib pajak orang pribadi yang berstatus ASN/PNS/TNI/Polri wajib mengisi SPT Tahunan orang pribadi melalui e-filling. Hal ini sangat membantu kami untuk meningkatkan prosentase kepatuhan pelaporan dan penanganan administrasi perpajakan,” terang Imroni lagi.
Meningkatnya kepatuah wajib pajak dalam pelaporan SPT tahunan, lanjutnya, dapat mengurangi beban pengawasan pada administrasi perpajakan. Jika para wajib pajak telah patuh maka secara otomatis tidak perlu dilakukan lagi pemeriksanaan rutin ataupun penegakan hukum.
Menyinggung tentang realisasi pendapatan pajak di wilayah Kabupaten Semarang dan Salatiga yang menjadi wilayah kerjanya tahun 2015, Imroni menyebutkan angka Rp 665 miliar atau sekitar 90 persen dari target Rp 700 miliar. “Tahun ini target pendapatan pajak meningkat jadi Rp 930 miliar. Kita berharap dengan dukungan semua pihak agar prosentase realisasi mencapai lebih dari 90 persen,” tegas Imroni.(*/Junaedi)
KETFOT : Bupati H Mundjirin (duduk) melakukan pelaporan SPT Pajak Orang Pribadi secara e-filling disaksikan Kepala KPP Pramata Salatiga M Imroni (kanan). (Photo : Junaedi Humas/PH) (SHARE FROM; Facebook; Kabupaten Semarang Jawa Tengah)